Siapa Beresiko Terkena Penyakit Jantung?

Siapa yang beresiko terkena Penyakit Jantung?

Mereka yang
  1. Merokok
  2. Memiliki penyakit darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg atau sedang dalam pengobatan darah tingginya)
  3. Kadar HDL Kolestrol yang rendah (kurang dari 40mg/dL)
  4. Riwayat keluarga ada yang memiliki penyakit jantung ( Ayah atau saudara laki laki didiagnosa berpenyakit jantung sebelum usia 55, Ibu atau saudara perempuan sebelum usia 65)
  5. Usia (45 keatas bagi pria; 55 keatas bagi wanita)

catatan:
Obesitas (kegemukan) dan kurang gerak tidak tercantum dalam daftar diatas, tapi harus dikoreksi untuk menjaga jantung tetap sehat.
Kencing Manis bila tidak dikontrol dengan baik akan menyerang pembuluh darah termasuk pembuluh darah di jantung sehingga mengakibatkan penyakit jantung

Bagaimana pengobatan Kolestrol Tinggi?
akan dibahas di posting berikutnya...

Kolesterol Tinggi, High Cholestrol

Apakah itu Kolesterol?
Kolesterol adalah zat yang ditemukan dalam produk makanan hewani seperti daging merah, unggas, telur, produk olahan susu.
Kita memerlukan Kolesterol untuk membantu pembentukan dinding sel, pembentukan hormon steroid seperti terstosteron, progesteron dan estrogen. Kolesterol dalam tubuh juga membentuk Vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Jadi Kolesterol sebenarnya sangat berguna untuk tubuh kita.
Kolesterol hanya mudah larut didalam lemak dan memerlukan 'kurir' untuk mengantarkannya ke dalam darah yang dasarnya air. Kurir ini disebut LIPOPROTEIN. Melalui Lipoprotein ini kita bisa menentukan kadar kolesterol seseorang.

Kolesterol HDL (Kolesterol baik)
HDL (high density Lipoprotein) bekerja dengan membawa 1/3 - 1/4 Kolesterol dari arteri seluruh tubuh kembali ke hati dimana HDL akan dibuang dari tubuh.
HDL membawa Kolesterol dari dinding arteri yang berpotensi membentuk plak atau sumbatan.
Bila plak atau sumbatan terletak di arteri jantung dapat menimbulkan Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung.
Jadi bisa dibutkan bahwa HDL adalah Kolesterol 'baik' karena membawa Kolesterol yang ada di pembukuh darah ke hati untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh.
Semakin tinggi HDL, semakin rendah risiko penyakit jantung.

Kolesterol LDL (Kolesterol Jahat)
LDL (low density Lipoprotein) adalah kurir utama Kolesterol dalam darah. Bila terlalu banyak LDL bersirkulasi dalam darah secara perlahan dapat terbentuk plak dalam arteri dan menjadi berbahaya bila plak terjadi di arteri yang menyupali daran ke jantung dan otak.
akibatnya bisa menyebabkan Penyakit Jantung Koroner atau Stroke.

Berapa NILAI NORMAL Kolesterol?
Kolesterol HDL
Normal: Diatas 40

Kolesterol LDL
Normal: Kurang dari 100
Hampir Optimal: 100 - 129
Garis Batas Tinggi: 130 - 159
Tinggi: 160 - 189
Sangat Tinggi: Diatas 190

Kolesterol Total
Normal: Dibawah 200
Garis batas: 200 - 239
Tinggi: Diatas 240

Rasio Kolesterol
Untuk menentukan apakah seseorang beresiko terkena Penyakit Jantung Koroner dapat menggunakan Rasio Kolesterol, dengan membagi angka Kolesterol Total dengan angka HDL.
Rasio Ideal yang harus dicapai adalah 3.5 - 1. Semakin tinggi angka rasio, semakin besar resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner.

10 Anggapan Salah tentang Penyakit Jantung

  1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja
  2. Penyakit jantung tidak bisa terjadi pada anak dan orang muda
  3. Wanita terbebas dari penyakit jantung
  4. Penyakit jantung hanya satu macam
  5. Jantungnya sehat, tidak mungkin bisa sakit jantung
  6. Tidak ada hubungannya dengan serangan Stroke
  7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan
  8. Penyakit jantung tidak bisa dicegah
  9. Penyakit jantung diakibatkan sering dikagetkan
  10. Penyakit jantung disebabkan sering makan jantung pisang

Berobat ke Singapura atau Malaysia

Berobat ke Singapura atau Malaysia sekarang tidaklah sulit. Teman teman tinggal menghubungi kami: ARAS One Stop Medical Services. Sebagai perwakilan resmi Rumah Sakit Singapura dan Malaysia, kami akan membantu memberikan informasi, konsultasi, pengaturan penjadwalan berobat jalan, pengaturan rawat inap, penjadwalan operasi, gambaran estimasi biaya, gambaran lamanya waktu yang diperlukan untuk berobat ke Singapura atau Malaysia, evakuasi pasien ke Rumah Sakit di Singapura atau Malaysia.

Silakan hubungi kami:
ARAS One Stop Medical Services
Jl. Cikapayang 18
Bandung 40132
email: nhg-bdg@bdg.centrin.net.id
mobile: 0811236482

Berobat ke Singapura atau Malaysia

Bagi teman-teman yang ingin berobat ke Singapura atau Malaysia dan masih bingung langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar proses berobat bisa berjalan dengan lancar. Berikut prosedur atau langkah-langkah yang umum:

1. Minta rujukan dari dokter yang selama ini merawat kesehatan Anda. Mintalah surat keterangan yang merincikan :

  • Keterangan rinci tentang kondisi kesehatan Anda yang perlu diperhatikan
  • Riwayat kesehatan Anda
  • Jenis obat yang Anda pakai
  • Catatan kesehatan yang terkait

Jika bisa, mintalah referensi / rujukan langsung dari dokter anda untuk dokter di Singapura atau Malaysia yang ahli dalam menangani kasus / penyakit yang sedang anda derita saat ini. Seperti kita ketahui dokter di Singapura atau Malaysia memiliki bidang keahlian khusus, misalnya dokter internis bagian pencernaan atau dokter bedah dada dan jantung, dan lain lain.

3. Jika tidak ada referensi dari dokter anda dan belum tahu dokter yang ingin dikunjungi, anda bisa menghubungi representative resmi Rumah Sakit Singapura atau Malaysia

4. Setelah mendapatkan kepastian jadwal konsultasi, barulah disiapkan transportasi dan akomodasi di Singapura atau Malaysia

Untuk mempermudah proses berobat anda di Singapura atau Malaysia, kami siap membantu anda mulai dari: informasi, konsultasi, pengaturan jadwal konsultasi dengan dokter, pengurusan rawat inap, penjadwalan operasi, evakuasi pasien termasuk pengurusan transportasinya.

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan pembunuh utama di dunia dengan 16,7 juta kematian setiap tahunnya. PJK adalah keadaan dimana terdapat plak (sumbatan) di dalam pembuluh darah Arteri Koroner yang menyebabkan suplai darah ke jantung berkurang. Plak adalah gabungan lemak, kolesterol, kalsium, dan bahan lain di dalam darah. Walaupun laki-laki sering dikaitkan dengan PJK namun wanita menopause juga berisiko terserang penyakit tersebut. Di kalangan laki-laki, faktor risiko utams PJK adalah merokok. Selain itu faktor risiko lainnya adalah usia lanjut, kurang berolahraga, riwayat keluarga PJK, dan sakit kronik (kolesterol, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes melitus).
Penyebab
Timbulnya gejala PJK disebabkan karena ketidak seimbangan antara kebutuhan O2 sel otot jantung dengan masukannya. Masukan O2 untuk sel otot jantung tergantung dari O2 dalam darah dan pembuluh darah arteri koroner. Penyaluran O2 yang kurang dari Arteri Koroner akan menyebabkan kerusakan sel otot jantung. Hal ini terutama disebabkan karena proses pembentukan plak aterosklerosis (sumbatan di pembuluh darah koroner). Sebab lainnya dapat berupa spasme (kontraksi) pembuluh darah atau kelainan kongenital (bawaan).
Iskemia (kerusakan) yang berat dan mendadak akan menimbulkan kematian sel otot jantung, yaitu disebut dengan infark jantung akut yang ireversibel (tidak dapat sembuh kembali). Hasil dari kerusakan ini juga akan menyebabkan gangguan metabolik yang akan berefek gangguan fungsi jantung dengan manifestasi gejala diantaranya adalah nyeri dada.

Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
Studi epidemiologi telah berhasil mengidentifikasi faktor-faktor resiko PJK, yaitu:
• Merokok, berapapun jumlahnya
• Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
• Hipertensi
• Kadar kolesterol HDL yang rendah
• Diabetes Mellitus
• Usia lanjut

Selain itu terdapat pula faktor-faktor lain yang berhubungan dengan meningkatnya resiko PJK. Faktor predisposisi adalah faktor yang memperbesar resiko PJK yang diakibatkan oleh faktor-faktor resiko di atas.
Faktor-faktor ini adalah:
• Obesitas (BMI > 25 mg/m2)
• Obesitas abdominal (lingkar pinggang > 94 cm untuk pria, dan > 80 cm untuk wanita; waist hip ratio > 0,9 untuk pria, dan 0,8 untuk wanita)
• Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik kurang
• Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda
• Etnik tertentu
• Faktor psikososial

Faktor resiko kondisional berhubungan dengan peningkatan resiko PJK walaupun efek penyebab secara independen masih belum terbukti secara meyakinkan.
Faktor ini adalah:
• Kadar trigliserida serum yang tinggi
• Kadar homosistein serum yang tinggi
• Kadar lipoprotein a yang tinggi
• Faktor protrombotik
• Penanda inflamasi (peradangan)

Gejala Penyakit Jantung Koroner
Nyeri dada iskemik yang khas (seperti ditekan benda berat dan menjalar ke leher, lengan kiri dan punggung) dapat disebabkan oleh angina pektoris stabil (APS), angina pektoris tidak stabil (APTS) atau IMA (infark miokard akut). Keluhan nyeri dada yang memerlukan perhatian secara serius memiliki karakteristik sebagai berikut :
• Nyeri dada yang baru dirasakan
• Perubahan kualitas nyeri dada, seperti meningkatnya frekuensi atau beratnya nyeri dada, atau nyeri dada yang dirasakan saat istirahat
• Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat atau dengan pemberian nitrat sublingual

Gejala lain yang mungkin menyertai adalah sesak napas, perasaan melayang dan pingsan (sinkop).
Bila dilakukan pemeriksaan fisik dapat ditemukan hipertensi, pembesaran jantung dan kelainan bunyi jantung dan bising jantung.

Pemeriksaan Tambahan
Hal yang pertama kali dilakukan adalah memasang EKG untuk melihat gambaran khas iskemia (jaringan kekurangan pasokan oksigen) ataupun infark (kematian jaringan). Pemeriksaan EKG tidak hanya dilakukan bila pasien mengeluh nyeri dada tetapi dapat digunakan untuk deteksi dini yang dapat dikerjakan waktu istirahat, waktu aktivitas sehari-hari (Holter), ataupun waktu stres (latihan/obat-obatan) yang ditambah dengan pemeriksaan radiologis, pemeriksaan laboratorium terutama untuk menemukan faktor risiko.
Pemeriksaan darah seperti CK-MB (Creatine kinase–MB) dan troponin T dilakukan untuk melihat adanya peningkatan kadar enzim jantung yang menandakan telah terjadi IMA.
Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah ekokardiografi dan radio nucelid myocardial imaging (RNMI) waktu istirahat dan stres fisis ataupun obat-obatan, sampai dengan arteriografi koroner dan angiografi ventrikel kiri (AK & LVG).

Pengobatan dan Tindakan Medis
Tatalaksana untuk penyakit jantung koroner bersifat umum dan khusus. Untuk tatalaksana umum yang terpenting adalah perubahan gaya hidup yang dapat mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat memperberat penyakit. Pemeriksaan jantung berkala sangat penting dilakukan untuk pasien yang berisiko maupun tidak.
Tatalaksana khusus diberikan untuk pasien yang sudah mengalami gejala PJK. Pemberian obat-obatan vasodilator dan trombolitik sangat penting dalam jangka waktu yang cepat setelah mengalami serangan.
Untuk mengatasi nyeri dapat diberikan obat-obatan seperti nitrat sublingual (diberikan dibawah lidah), nitrogliserin atau morfin.

Secara umum tatalakasana nya adalah sebagai berikut;
a. Medikamentosa / Obat-obatan
• Nitrat
• Beta blocker
• Antagonis kalsium

b. Revaskularisasi / Menghilangkan sumbatan
• Trombolitik. Efektif diberikan dalam waktu <>
• Prosedur invasif non operatif (PTCA, intervensi koroner perkutan) tindakan balonisasi atau pemasangan ring / stent di Arteri Koroner yang tersumbat.
• Operasi (arteri koroner Bypass (CABG).

Serangan Jantung

Penyakit Jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa di Amerika.
Setiap tahunnya:
  • 1.500.000 orang mengalami serangan jantung
  • 478.000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner
  • 407.000 orang mengalami operasi bypass
  • 300.000 orang menjalani angiplasti, pemasangan ring
Faktor-faktor pemicu Serangan Jantung ialah:
  • Merokok
  • Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi
  • Kurang gerak
  • Malas berolahraga
  • Stres
  • Kurang Istirahat
Gejala Serangan Jantung:
Bisa berbeda pada setiap orang. Mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman, sesak di bagian dada.
Kadang saking ringannya, sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan.
Untuk mendeteksinya harus dilakukan pemeriksaan EKG (Elektro Kardio Grafi).
Pada orang lain mungkin mengalami hal yang paling buruk yang pernah dialami: rasa sesak luar biasa, rasa ditekan benda berat pada bagian dada, rasa sakit yang menjalar ke leher dan tangan kiri, keluar keringat dingin, perasaan takut yang sangat.

Mengingat serangan jantung bisa berakibat fatal berupa kematian mendadak, sangat dianjurkan bila ada yang mengalami gejala gejala seperti diatas dapat segera berobat ke dokter keluarga atau Rumah Sakit terdekat.

ARAS services